
Pada hari Jumat, 24 Januari 2025, Desa Sidowaluyo telah menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan ketahanan pangan melalui program bantuan pemerintah berupa pemberian bibit alpukat serta hewan ternak sapi dan kambing. Program ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi desa. Kepala Desa Sidowaluyo bersama mahasiswa KKN Universitas Lampung meninjau langsung bantuan ketahanan desa tersebut. Dengan adanya bantuan ini, para petani dan peternak lokal mendapatkan akses terhadap sumber daya yang dapat mereka manfaatkan untuk jangka panjang.
Dalam pelaksanaan program ini, pemerintah desa Sidowaluyo memberikan bantuan ternak berupa ternak kambing dan sapi. Bantuan ternak tersebut dirincikan sebagai berikut yakni 59 ternak kambing dengan masing masing penerima bantuan mendapatkan 2 ekor serta 9 ekor sapi dengan masing masing penerima bantuan mendapat 1 ekor. Keberhasilan bantuan ketahanan pangan berupa ternak pada salah satu warga bernama mbah Mari bantuan tersebut awalnya hanya berupa 2 ekor induk kambing pada tahun 2023 namun pada saat ini jumlah kambing tersebut berjumlah 14 ekor. Bantuan inipun juga dirasakan keberhasilannya bagi peternak lain di Desa Sdiowaluyo, salah satu peternak yang diberikan bantuan induk sapi betina pada tahun 2023 hingga saat ini sapi tersebut sudah berkembang biak sehingga bantuan tersebut dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh peternak.
Keberhasilan program ini semakin diperkuat dengan adanya kolaborasi bersama mahasiswa Universitas Lampung (Unila). Para mahasiswa turut serta dalam program ini dengan mengadakan sosialisasi tentang bibit rumput unggul jenis Red Napier, yang dikenal memiliki kualitas tinggi sebagai pakan ternak. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para peternak mengenai pentingnya pakan berkualitas dalam mendukung pertumbuhan dan produktivitas hewan ternak mereka.

Selain memberikan edukasi, mahasiswa Unila juga berperan aktif dalam mendistribusikan bibit rumput Red Napier kepada para peternak di desa Sidowaluyo. Sebanyak ratusan bibit rumput dibagikan untuk ditanam oleh warga, sehingga mereka memiliki sumber pakan yang mencukupi dan bernutrisi tinggi untuk ternak sapi dan kambing mereka. Dengan adanya bibit ini, diharapkan peternak tidak lagi mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak, terutama saat musim kemarau.
Dampak dari program ini mulai terlihat dengan adanya peningkatan produktivitas pertanian dan peternakan di desa Sidowaluyo. Para petani mulai memanfaatkan bibit alpukat sebagai komoditas unggulan yang berpotensi meningkatkan pendapatan mereka, sementara peternak merasakan manfaat dari ketersediaan pakan berkualitas untuk hewan ternak mereka. Hal ini menunjukkan bahwa program bantuan pemerintah desa yang didukung oleh akademisi dapat memberikan hasil nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Keberhasilan program ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat sangat penting dalam mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dengan terus melakukan inovasi dan pendampingan, desa Sidowaluyo dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan sektor pertanian dan peternakan secara mandiri. Diharapkan, inisiatif serupa dapat terus dikembangkan untuk menciptakan desa yang lebih maju dan sejahtera.
